Bank Indonesia kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh Bantuan Pendidikan Kebanksentralan (BPPK) atau Beasiswa Kebanksentralan BI 2026 tahap 2. Pendaftaran program ini berlangsung pada 10–13 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dalam membina Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Namun, jadwal dan mekanisme pendaftaran dapat berbeda sesuai dengan ketentuan masing-masing perguruan tinggi.
Pada tahap 2 tahun 2026, salah satu kesempatan beasiswa tersedia bagi mahasiswa jenjang S1 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) serta Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten.
Bantuan hingga 4 semester
Mahasiswa yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan berhasil lolos seleksi berkesempatan memperoleh bantuan pendidikan maksimal selama empat semester. Besaran bantuan yang diberikan mencapai Rp1 juta setiap bulan.
Untuk menjadi calon penerima, mahasiswa harus berstatus aktif sebagai mahasiswa S1 minimal semester 3 dan berasal dari program studi yang sesuai dengan kriteria. Pelamar juga wajib memiliki IPK sekurang-kurangnya 3,00 dari skala 4,00 serta berusia maksimal 23 tahun ketika melakukan pendaftaran.
Selain persyaratan akademik, calon peserta perlu menyiapkan surat rekomendasi dari tokoh akademik atau nonakademik, curriculum vitae, serta motivation letter yang memuat rencana karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Program ini juga memberikan prioritas kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera. Kondisi tersebut dapat dibuktikan melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Calon penerima juga harus bersedia berperan aktif dalam mendukung kegiatan literasi kebanksentralan. Pelamar tidak diperkenankan menerima beasiswa atau bantuan pendidikan lain pada saat mengikuti program.
Program studi yang dapat mendaftar
Kesempatan Beasiswa Kebanksentralan BI 2026 ditujukan bagi mahasiswa dari sejumlah bidang studi. Kelompok pertama adalah ekonomi dan bisnis, seperti ilmu ekonomi atau studi pembangunan, manajemen, akuntansi, serta ekonomi syariah.
Bidang STEM juga termasuk dalam cakupan program, antara lain teknik, teknologi dan sistem informasi, ilmu komputer, matematika, statistika, serta aktuaria.
Selain itu, mahasiswa dari bidang sosial seperti komunikasi, ilmu pemerintahan, ilmu sosial dan politik, serta hukum dapat mengikuti program. Program studi yang berkaitan dengan sektor prioritas daerah, seperti pariwisata, pertanian, kehutanan, perikanan, dan ekonomi kreatif, juga masuk dalam kriteria.
Dokumen yang perlu dipersiapkan
Sebelum melakukan pendaftaran, mahasiswa perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi. Berkas yang dibutuhkan antara lain biodata sesuai format Bank Indonesia, surat keterangan aktif kuliah, surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain, surat rekomendasi, transkrip nilai terbaru, serta KHS semester terakhir.
Pelamar juga perlu mengunggah KTP dan KTM, CV atau resume pribadi, motivation letter dalam bahasa Indonesia, SKTM bagi yang memenuhi kriteria, serta sertifikat prestasi atau penghargaan jika ada.
Selain dokumen tersebut, pendaftar diwajibkan menyiapkan foto terbaru berukuran 3 x 4 dan video personal branding dengan durasi maksimal tiga menit.
Pendaftaran dan tahapan seleksi
Mahasiswa Untirta dan UIN SMH Banten dapat mengikuti mekanisme pendaftaran yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi masing-masing. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengisi formulir serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan.
Untuk peserta dari Untirta, pendaftaran dilakukan melalui sistem informasi mahasiswa kampus. Sementara mahasiswa UIN SMH Banten dapat menggunakan tautan pendaftaran yang telah disediakan oleh pihak kampus.
Setelah pendaftaran ditutup pada 13 Agustus 2026, proses seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Agustus 2026. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 17 Agustus 2026.
Peserta yang lolos administrasi selanjutnya mengikuti tahap wawancara pada 20 Agustus 2026. Adapun pengumuman penerima Beasiswa Kebanksentralan BI 2026 tahap 2 dijadwalkan pada 24 Agustus 2026.
Kesempatan ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan sekaligus mengembangkan wawasan mengenai kebanksentralan. Mahasiswa yang memenuhi kriteria perlu memastikan seluruh dokumen telah lengkap dan mengikuti jadwal pendaftaran yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing.