Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran bagi guru PAUD di Jawa Timur. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan anak.
Ingin mempublikasikan riset atau prestasi institusi Anda di sini?
Hubungi RedaksiKegiatan yang berlangsung di BBPMP Jawa Timur, Surabaya, ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah taman kanak-kanak. Pelaksanaan Bimtek dilakukan dalam dua tahap, dengan masing-masing tahap diikuti sekitar 120 peserta. Para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai konsep digitalisasi pembelajaran serta pemanfaatan perangkat teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP) dalam kegiatan belajar mengajar.
Selain memahami penggunaan perangkat digital, para guru juga dibekali wawasan mengenai kebijakan digitalisasi pembelajaran PAUD, etika serta keamanan dalam penggunaan teknologi, hingga pemanfaatan platform pembelajaran digital seperti Rumah Pendidikan. Materi tersebut dirancang agar guru dapat mengintegrasikan teknologi secara tepat dalam kegiatan belajar yang menyenangkan dan kontekstual bagi anak usia dini.
Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik pembelajaran melalui kegiatan microteaching berbasis perangkat digital. Dalam sesi ini, guru diajak merancang pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan berbagai media seperti gim edukasi dan video pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar anak. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik di kelas.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di dunia pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini. Melalui peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi, diharapkan proses pembelajaran dapat berkembang lebih inovatif serta mampu menumbuhkan kreativitas dan kemandirian anak sejak dini.
Di akhir kegiatan, para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak hanya berhenti pada kegiatan bimtek semata, tetapi dapat langsung diimplementasikan dalam praktik pembelajaran di kelas serta dibagikan kepada sesama pendidik di daerahnya.